asal - asal blog ini

R.A.B.M yg berarti Reffa Arvindo Badherun Money yah itu judul blog saya dan itu nama asli saya..asal-asal saya bikin blog ini sebenernya saya iseng doang gara2x ga ada kerjaan di kamar.karena setahu saya fungsi blog itu seperti buku diary,saya pengen apa yg uda saya dpt dlm kehidupan saya bisa saya keluarin unek2x nya atopun saya rangkum dlm sebuah catatan,sayangnya saya bkn seorang penulis hebat yg pandai membuat cerita dg kata2x yg bagus.
dan yang harus kalian ketahui apa yg saya rangkum ini bkn semua nya hasil karya karangan saya,saya maless ngarang cerita makanya itu saya pake cara instan yaitu copas (copy paste) karangan orang lain hhe.. karangan dr beberapa media cetak yg menulis berita tentang saya atopun hal2x yg mesti saya tau saya masukin ke blog ini tp apa yg uda saya tulis ini semuanya emang tentang apa yg ada dlm duniaku kok yaitu dunia sepak bola !! buat yang ngerasa karangannya ke copas ma saya,saya minta maaf yah.. dan buat yang uda baca blog saya kalo ada kata yg gak berkenan saya minta maaf dan thank's uda ngebaca cerita saya disini.

Senin, 02 Juni 2008

SAD Indonesia tak mampu imbangi pemuncak klasemen Quinta Division,Uruguay


Tim SAD Indonesia harus bertekuk lutut di hadapan pimpinan klasemen Quinta Division 2008, Danubio, dengan skor telak 0-5, Sabtu (1/6). Danubio yang diperkuat oleh sepuluh pemain timnas U-17 Uruguay tampil begitu perkasa dan menyulitkan permainan Syamsir Alam dkk disemua lini. Sadar akan kekuatan lawannya, pelatih Cesar Payovich kali ini memasang formasi yang sedikit berbeda dengan biasanya. Cesar merubah formasi 4-3-1-2 menjadi 4-2-3-1. Penjaga gawang masih dipercayakan kepada Tri Windu. Empat pemain belakang diisi oleh Alfin, Reffa, Ferdiansyah dan Yericho. Dua gelandang jangkar ditempati oleh Ridwan dan Davitra. Trio gelandang serang adalah Syamsir Alam (sayap kiri), Ismail (Sayap kanan) dan Rinaldi (sentral). Sementara Alan Martha menjadi striker tunggal.
Para pemain Danubio yang unggul dalam fisik dan teknik, mampu menguasai pertandingan. Tiga gol berhasil dilesakkan Danubio ke gawang Tri Windu pada babak pertama. Dua gol tambahan tercipta pada babak kedua. SAD Indonesia sendiri bukannya tanpa peluang, tercatat ada tiga peluang emas tercipa sepanjang pertandingan, satu oleh Alan Martha dan dua oleh Syamsir Alam. Namun, semuanya gagal dikonversikan menjadi sebuah gol.
Dalam pertandingan tersebut, Cesar Payovich melakukan empat kali pergantian pemain. Ridwan—Feri, Alan—Sahlan, Davitra—Bayu, Ismail—Faisal.
Para pemain asuhan pelatih Cesar Payovich ini tidak hanya bermain melawan sebelas pemain Danubio di lapangan. Mereka juga harus melawan dinginnya cuaca di tempat pertandingan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Merah Putih

Merah Putih
Pra Piala Asia U-19 lawan Jepang di Jalak Harupat,Bandung